5/14/2013

Berani Keluar

"If your idealism doesn't fit with the system, just leave."

Saya mendengar itu dari kuliah beberapa hari yang lalu. Ya, saya sangat setuju dengan ungkapan tersebut. Mengapa harus memaksakan idealisme dan prinsip kita dalam suatu keadaan yang nggak cocok sama sekali.

Kamu pernah nge-geng jaman SMA? Atau mungkin sampai sekarang? Selamat dulu buat kamu, karena kamu sudah mendapatkan lingkaran yang cocok UNTUK SAAT INI. Capslock saya nggak rusak, tapi memang sengaja saya ketik pake huruf kapital. Kenapa 'cuma' untuk saat ini? Well, kamu tau bahwa manusia tumbuh? Kemampuan analisis manusia nggak akan pernah berhenti. Kita akan tumbuh dewasa, dan seiring dengan pendewasaan kamu akan semakin sadar mengenai idealisme kamu. Sayangnya ketika kamu tumbuh di satu lingkaran, kamu belum tentu tumbuh berbarengan dengan lingkaran kamu tersebut. Sehingga idealisme mu yang baru belum tentu cocok dengan lingkaranmu saat ini. Kamu akan mulai mengkritisi sistem yang ada di lingkaran. Kamu akan mulai banyak mengeluh dan merasa tidak nyaman. Dan satu-satunya yang harus kamu lakukan memang KELUAR.

Nggak perlu takut. Kamu mungkin sebelumnya terbiasa 'bersama-sama', sehingga kamu ragu untuk mulai berjalan sendiri. Kamu nggak akan benar-benar sendiri, karena kamu sama seperti manusia lainnya, makhluk sosial. Kamu hanya butuh komunikasi untuk tetap hidup. Nggak perlu "Forever Friends" layaknya kartun beruang yang suka jadi gambar di stationary, cukup menjalin hubungan baik sama semua orang. Nggak mudah memang, tapi selama kamu bersikap positif pasti orang-orang akan merespon positif ke kamu.

So, berani pindah? Berani keluar lingkaran? :)

5/11/2013

Malam dan Random

Oh haaii akhirnya saya menyentuh blogspot lagi. Saya sedih setelah baca tulisan-tulisan jaman dulu. Bisa-bisanya saya ninggalin blog begitu aja. Ya mungkin yang saya mau tulis bukan hal yang penting sih, mengingat ini udah jam 3 pagi. Saya nggak bisa tidur. Udah itu aja intinya, hahaha.

Well, mau cerita sedikit. Ini urusan klise hidup manusia. Tentang sahabat. Menurut kamu sahabat itu yang kayak apa sih? Karena jujur makin dewasa saya malah semakin bingung tentang konsep sahabat. Jaman-jamannya SD sampe SMA mah gampang. Kalo main bareng terus-terusan, galau-galauan bareng, nangis-nangis bareng itu udah disebut sahabat. Terus ngetren banget tuh bahasa "urusan lo berarti urusan gue juga. Pokoknya lo gak akan sendirian!" (ngomongnya sambil ada penekanan-penekanan tertentu ala anak gaul gitu). Terus makin gede gini saya makin mikir, konsep sahabat kayaknya nggak sesederhana itu. Sahabat bukan lagi orang-orang yang bisa ngelindungin kamu dari jahatnya dunia. Emang mereka siapa? Saras 008? Panji millenium?

Sekarang saya memaknai sahabat sebagai orang yang selalu siap denger keluh-kesah kamu tanpa dia ikut campur. Sahabat itu gak perlu komentar ini-itu kalau gak diminta. Nggak perlu ngatur langkah kita. Dia, atau mereka, hanyalah orang yang selalu dengan ikhlas buka telinga. Dan memberikan pendapat kalau dibutuhin aja. Susah ya? Emang. Karena pada dasarnya manusia berfikir. Ketika mereka mendengar sesuatu otomatis otaknya langsung mencerna kata-kata yang didengar. Dan kebanyakan orang justru tidak mampu menahan pendapatnya. Disitulah kehebatan seorang sahabat. Dia nggak egois. Dia nggak sibuk mencoba memenangkan argumennya terhadap masalah kamu. Tapi justru fokus mendengar cerita kamu sampai kamu merasa lega.


Sering kali sebagai manusia kita hanya butuh untuk didengarkan.
Iya kan? :)